Halo teman teman perkenalkan nama saya I Dewa Made Adimas Nata Rudiarta Suadi, saya berasal dari kelompok Dayak no absen 29. saya hari ini akan menjelaskan tentang travel digital in millenial era. Para Millenials -atau dikenal juga sebagai Generasi Y- adalah anak-anak muda yang lahir setelah periode tahun 1980. Generasi Millenial ini tumbuh dikelilingi berbagai teknologi maju di mana semua hal tentang traveling berada dalam ‘genggaman’ mereka
Millenial selalu berkaitan dengan teknologi dan menjadi sorot utama pada saat ini, baik di media maupun di masyarakat. Disebut berkaitan dengan teknologi karena generasi ini open minded terhadap teknologi. Peran generasi millenial ini sangat besar di era digital, dengan kecanggihan smartphone mereka sudah bisa membuat berbagai konten dan bisa mengakses apa saja dengan mudah. Dengan ide-ide kreatif, mereka bisa memulai karirnya menjadi content creator, youtuber, dan juga membuka onlineshop. Sering kali banyak dari mereka yang sukses berkat kemajuan teknologi saat ini.
Berbicara mengenai kemajuan teknologi, Di era millenial ini majalah sudah bisa berbasis online atau yang biasa disebut dengan “Online Magazine” majalah ini tidak menggunakan bahan kertas melainkan dalam bentuk file yang dapat di akses dengan mudah oleh masyarakat melalui internet.
Dalam penggunaan teknologi kita juga harus bisa memilih dan memilah konten yang benar. Namun masih sering kita jumpai masih banyak orang yang menyalah gunakan penggunaan teknologi. Misalnya dengan mengakses konten yang tidak benar yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada dirinya melainkan bisa merugikan orang lain. Oleh karena itu sebagai generasi bangsa yang cerdas kita harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif dengan kemudahan teknologi yang ada.

Pelaku bisnis pariwisata Indonesia perlu segera mengantisipasi perubahan model bisnis pariwisata di era digital atau Millennial Tourism. Pasalnya, pasar dunia akan didominasi kelompok wisatawan generasi millennial yang rata-rata berusia muda antara 18 tahun hingga 34 tahun atau lebih dikenal dengan generasi Y.
“Para Millennial travellers ini memiliki kesenangan untuk berpetualang atau travelling, namun mereka lebih suka menggunakan jasa perjalanan wisata yang berbasis aplikasi, bukan lagi konvensional. Karenanya pelaku bisnis pariwisata Indonesia perlu mengantisipasi dengan perubahan ini,”

Perubahan ini, menjadi salah satu tantangan besar bagi pelaku bisnis pariwisata di Tanah Air untuk segera menyesuaikan model bisnis sesuai dengan tuntutan pasar. Jika tidak, jelas akan tertinggal apalagi saat ini era digital sehingga semua dilakukan secara digital yang butuh kecepatan, kelengkapan data dan informasi, praktis serta mudah
Menghadapi situasi itu Kemenpar menggelar Focus Group Discusstion (FGD) Millennial Tourism. “Dalam FGD ini membahas sejumlah persoalan berupa peluang dan tantangan berupa perubahan model bisnis pariwisata di era Millennial Tourism. kemudian dipetakan dan menjadi semacam framework,” paparnya.
Selain itu dalam FGD ini, akan mendapatkan pemahaman tentang Millennial Tourism, bagaimana trend Millennial Tourism dan ekonomi digital pariwisata serta faktor apa yang menjadi kunci sukses dalam mengadapi perubahan bisnis di era digital Minimnya pengalaman tidak mengurungkan niat kaum Millennial untuk mengaktualisasi diri. Ini yang membedakan generasi sebelumnya yang sudah berpengalaman dan lebih menyenangi aktivitas rutinitas yang sudah jelas.
Dengan kata lain pariwisata kita harus berkembang mengikuti jaman jika ingin bersaing di jaman globalisasi. kesuksesan industri pariwisata tidak hanya di service nya saja tetapi pemasaran juga berperan penting untuk memikat wisatawan wisatawan asing yang menyukai traveling. Dengan adanya era digital membuat pemasaran lebih gampang dan lebih luas
